S.I.A

BAB I

SISTEM INFORMASI

 

I.1. PENGERTIAN SISTEM

Dalam merancang suatu Sistem Informasi Akuntansi, seseorang diharapkan dapat menghasilkan suatu mekanisme pemrosesan data-data menjadi informasi bersifat keuangan maupun non keuangan serta merencanakan prosedur-prosedur yang harus dilakukan dalam penanganan suatu transaksi sebagai penunjang dalam menghasilkan informasi akuntansi.

Sistem adalah kumpulan unsur-unsur yang terdiri dari manusia, alat-alat prosedur, konsep yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama/tertentu. Karekteristik sistem adalah bahwa suatu sistem mempunyai sub-sistem dan selalu merupakan bagian atau sub-sistem dari sistem yang lebih besar. Misalnya, sistem penggajian dan pengupahan mempunyai beberapa sub-sistem yaitu sistem pencatatan jam kerja karyawan, sistem pembayaran gaji dan upah, sistem pencatatan pembayaran, dll.

Pengertian sistem menurut beberapa sumber buku adalah sebagai berikut :

  1. “Sistem dapat berupa abstrak dan fisik. Sistem abstrak adalah suatu susunan teratur gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sistem fisik adalah serangkaian unsur yang saling bekerjasama untuk tujuan tertentu.”( Gordon B. Davis, Sistem Informasi Managemen P.67 : 1983 )
  2. “Sistem adalah suatu kerangka yang terpadu yang mempunyai satu sasaran atau lebih.”( Fauziah Fauzian, Accounting Information System  P.1 :2000 )
  3. “Sistem adalah suatu kerangka dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.”( W. Gerald Cole, Accounting Systems, Prosedur and Methods P.2 :1971 )
  4. “Sistem adalah suatu kesatuan (entity) yang terdiri dari bagian-bagian (disebut Subsistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.”(Steven A. Moscove, Accounting Information System P.4 :1981 )

Sistem berasal dari bahasa latin (systema) dan bahasa yunani (sustema) yang berarti suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Sistem juga merupakan keastuan bagian-bagian yang paling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Contoh umum misalnya Negara. Negara merupakan  kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan membentuk suatu Negara yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada di Negara tersebut.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-har, dlam forum diskusi maupun forum ilmiah. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Pada prinsipnya setiap sistem selalu terdiri atas beberapa elemen, yaitu :

Objek : Yang dapat berupa bagian, elemen ataupun abstrak. Dapat berupa fisik ataupun keduanya sekaligus tergantung kepada sifat sistem tersebut

Atribut : Menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya

Hubungan Internal : Di anatara objek-objek internalnya

Lingkungan : Tempat dimana sistem berada

Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem, saling berhubungan yang memiliki fungsi dengan tujuan yang sama.

JENIS SISTEM

Ada beberapa jenis sistem, yaitu berdasarkan kategori dan komponen.

a)      Sistem berdasarkan kategori :

ü  Sistem Lingkaran Terbuka

Sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan. Dan dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.

ü  Sistem Lingkaran Tertutup

Sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan. Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya serta pihak luar tidak dapat mempengaruhinya.

b)      Sistem berdasarkan komponen :

ü  Sistem Fisik

Sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik serta berupa komponen materi dan energi.

ü  Sistem Konseptual / non – fisik

Sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

I.2.    PENGERTIAN INFORMASI

Informasi merupakan sumberdaya informasi yang terpenting yang disajikan untuk para pemakai. Informasi adalah data yang telah ditransformasi melalui suatu proses dan berguna bagi pemakainya. Berguna artinya suatu informasi tidaklah sama bagi semua orang terutama dalam level organisasi. Misalnya, jumlah penjualan perminggu merupakan informasi bagi seorang staf penjualan namun hal itu masih merupakan data bagi manager Penjualan karena informasi yang dibutuhkannya adalah jumlah penjualan yang dihasilkan oleh semua staf penjualan disuatu wilayah tertentu setiap bulannya.

      Menurut beberapa sumber pengertian informasi adalah sebagai berikut :

1.      “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam mengambil keputusan-keputusan dimasa sekarang ataupun yang akan datang.”( Gordon, B. Davis, Accounting Information System  P.27 :1983 ) )

2.      “Informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.” (Burgh & Starter, Accounting Information Systems P.67 :1982 )

3.      “Informasi adalah suatu data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna bagi pemakainya.”(George R. Terry, Phd, Information System P.5 :1982 )

 

Informasi atau data (bahan baku informasi) merupakan fakta yang dimasukkan, disimpan dan diproses oleh SIA. Dengan kata lain informasi adalah data yang terorganisasi, berarti dan berguna.

Sifat-sifat informasi antara lain :

  • Eksternal

Bersifat mandatory (perintah) dan essential (sangat diperlukan)

  • Internal

Bersifat discretionary(kebebasan yang ditentukan)

Nilai (value) informasi terdiri dari :

benefit :  ketidakpastian yang berkurang

improved decision : perencanaan dan penjadwalan yang semakin baik

cost : mendapatkan data, memproses data, menyimpan data, melaporkan

Karakteristik Informasi yg Berguna

  1. Relevant (relevan)

Menambah pengetahuan atau nilai bagi pengambil keputusan dengan mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kemampuan untuk meramalkan atau mengkonfirmasi atau membetulkan harapan sebelumnya.

  1. Reliable (dapat dipercaya)

Tidak ada kesalahan atau tidak bias dan akurat untuk suatu kejadian atau aktivitas organisasi

  1. Complete (lengkap)

tidak mengabaikan data penting

  1. Timely (tepat waktu)

Tersedia tepat waktu untuk pengambilan keputusan

  1. Understandable (dapat dimengerti)

      Dalam bentuk yang dapat dimengerti

  1. Verifiable (dapat dibuktikan kebenarannya)

Menghasilkan informasi yang sama dari dua orang yang saling independen.

I.3.    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.

Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi.

Istilah Sistem Informasi Akuntansi Mencakup aktivitas pengembangan sistem yang dapat membantu akuntan atau auditor bekerja secara profesional. Akuntan-akuntan dapat melakukan aktivitas pengembangan sistem secara intern atau menggunakan konsultan ekstern. Aktivitas pengembangan sistem seringkali dihadapi oleh auditor intern dan ekstern pada saat menelaah pengendalian sistem informasi sebagai bagian dari audit.

Pembuatan informasi yang berguna dibatasi oleh lingkungan SIA dan struktur manfaat dan biaya yang melekat pada keputusan-keputusan pemakai. Ketidakpastian lingkungan dimana informasi dikembangkan dan disajikan menyebabkan dibutuhkannya estimasi dan penyesuaian-penyesuaian. Tidak ada sistem informasi yang dapat menghindari segi-segi praktis penyajian informasi. Jika biaya pembuatan informasi lebih besar dari kegunaannya bagi pemakai, maka tidak praktis untuk menyajikan informasi tersebut.

Secara konseptual, informasi harus memenuhi kriteria manfaat dan biaya. Meskipun secara teoritis kriteria diterapkan pada seluruh keluaran sistem informasi akuntansi, organisasi tertentu tidak memiliki pengendalian atas seluruh persyaratan informasinya. Untuk memenuhi persyaratan informasi mandatori, pertimbangan utama adalah meminimalkan biaya sejalan dengan pemenuhan standar keandalan dan kemanfaatan. Jika kondisi informasi adalah bebas, maka pertimbangan utama adalah bahwa manfaat yang dicapai melebihi biaya untuk menghasilkannya.

Komponen Sistem Informasi :

§  Goals dan objectives

§  Input

§  Data Storage

§  Processor

§  Output

§  Instruction and procedures

§  Users

§  Controls dan Security Measures

Beberapa Tipe Sistem Informasi yang lain:

§  MIS (Management Information System)

§  EIS (Executive Information System)

§  DSS (Decision Support System)

§  ES (Expert System)

§  EUS (End User System)

Ada dua tipe sistem informasi yaitu :

a)      Sistem Informasi Personal

Adalah sistem informasi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi personal dari seorang pengguna tunggal (single user).

b)      Sistem Informasi Multiuser

Didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi dari kelompok kerja (departemen,kantor, divisi, bagian) atau keseluruhan organisasi.

Untuk membangun sistem informasi, baik personal maupun multiuser, haruslah mengkombinasikan secara efektif komponen-komponen sistem informasi, yaitu: prosedur kerja, informasi (data), orang dan teknologi informasi (hardware dan software).

BAB II
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

II.1. PENGERTIAN

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. SIA sebagai sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Tetapi istilah SIA lebih luas dari itu guna mencakup siklus-siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.

       Definisi Sistem Informasi Akuntansi menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :

1.      “ Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.”( Fauziah Fauzian, Accounting Information System P.2 :2000 )

2.      “Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur) dan pihak-pihak dalam (terutama managemen).”(Steven A. Moscove, accounting Information System  P.6 :1981 )

 

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan sistem yg digunakan memproses data dan transaksi guna menyediakan infomasi yang diperlukan oleh user untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis. Untuk menghasilkan informasi, SIA harus melakukan:

  • Mengumpulkan transaksi dan data lain dan memasukkan dalam SIA
  • Memproses data
  • Menyimpan data untuk masa yang akan datang
  • Menyediakan informasi yang diperlukan dengan menghasilkan laporan dan memungkinkan melakukan query
  • Mengendalikan proses, sehingga informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.

II.2. TUJUAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

      Sistem informasi akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi yaitu pihak luar(ekstern) oragnisasi perusahaandan pihak dalam(intern) oraganisasi perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern dapat dipenuhi dengan adanya publikasi laporan laba/rugi. Sedangkan para pemakai intern dapat memenuhi kebutuhan informasi akuntansinya untuk mencapai nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal mungkin.

Aktivitas pengembangan SIA seringkali dihadapi oleh auditor intern dan ekstern pada saat menelaah pengendalian sistem informasi sebagai bagian dari audit. Oleh karenanya perlu dilakukan pengembangan sistem yang tujuannya :

v  Untuk memperbaiki kualitas informasi

v  Untuk memperbaiki pengendalian intern

v  Untuk meminimalkan biaya yang berkaitan.

Tujuan-tujuan ini saling berhubungan dan kadang-kadang berkonflik satu sama lain. Masalah untung rugi harus ditentukan antara masalah ekonomi dan kemanfaatan, atau antara kesederhaanan dan sistem yang realitis tetapi kompleks. kadang-kadang, metode evaluasi satu-satunya atas untung rugi adalah subyektif karena faktor-faktor yang dapat diuraikan secara kuantifikasi. Selain itu tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah :

1.      Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).

2.      Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).

3.      Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

4.      Mengurangi ketidakpastian

SIA menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Selain SIA akan memenuhi kebutuhan informasi pihak :

  • Internal

Internal di sini mencakup management accounting. SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya

Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :

a)      Sistem Akuntansi Biaya

Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan

b)     Sistem Budgeting

adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan

  • Eksternal

Mencakup dalam hal financial accounting. Menyajikan suatu sistem yang akan ditujukan untuk pihak luar. Para pelakunya adalah :

v   Para langganan

v   Para leveransir (supplier)

v   Para pemegang saham (stockholder)

v   Para pegawai

v   Para pemberi pinjaman

v   Instansi Pemerintah

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

a)      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.

b)      Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

c)      Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

d)     Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

SIA terdiri dari 3 subsistem:

a.      Sistem pemrosesan transaksi

Mendukung proses operasi bisnis harian.

b.      Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

Menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

c.       Sistem pelaporan manajemen

Menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

II.3. CARA KERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Setiap sistem informasi akuntansi melaksanakan lima fungsi utama, yaitu pengumpulan data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi.

1.      Pengumpulan Data

Fungsi pengumpulan data terdiri atas memasukkan data transaski melalui formulir, mensyahkan serta memeriksa data untuk memastikan ketepatan dan kelengkapannya. Jika data bersifat kuantitatif, data dihitung dahulu sebelum dicatat. Jika data jauh dari lokasi pemrosesan, maka data harus ditransmisikan lebih dahulu.

2.      Pemrosesan Data

Pemrosesan data terdiri atas proses pengubahan input menjadi output. Fungsi pemrosesan data terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan.

2.      Menyalin data ke dokumen atau media lain.

3.      Mengurutkan, atau menysusn data menurut karaktersitiknya.

4.      Mengelompokkan atau mengumpulkan transaski sejenis.

5.      Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih data atau arsip.

6.      Melakukan penghitungan.

7.      Peringkasan, atau penjumlahan data kuantitatif.

8.      Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan yang ada.

3.      Manajemen Data

Fungsi manajemen data terdiri atas tiga tahap, yaitu: penyimpanan, pemutakhiran dan pemunculan kembali (retrieving). Tahap penyimpanan merupakan penempatan data dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Pada tahap pemutakhiran, data yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru. Kemudian pada tahap retrieving, data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan. Manajemen data dan pemrosesan data mempunyai hubungan yang sangat erat. Tahap pengelompokkan data dan pengurutan data dari fungsi pemrosesan data, misalnya sering dilakukan sebagai pendahuluan sebelum dilakukan tahap pemutakhiran dalam fungsi manajemen data. Manajemen data dapat dipandang sebagai bagian dari pemrosesan data. Manajemen data akan menunjang pencapaian efisiensi aktivitas dalam proses menghasilkan informasi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen terutama mengenai informasi aktivitasi dan informasi kebijakan manajemen.

4.      Pengendalian Data

Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar:

a)      untuk menjaga dan menjamin keamanan aset perusahaan, termasuk data, dan

b)      untuk menjamin bahwa data yang diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar. Berbagai teknik dan prosedur dapat dipakai untuk menyelenggarakan pengendalian dan keamanan yang memadai.

5.      Penghasil Informasi

Fungsi penghasil informasi ini terdiri atas tahapan pemrosesan informasi seperti penginterprestasian, pelaporan dan pengkomunikasian informasi.

II.4. PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :

1.      Analisa Perilaku

Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.

Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.

Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.

2.      Metode kuantitatif

Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.

3.      Komputer

Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

 

II.5. INFORMASI OPERASI, INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN dan INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN

Informasi yang dihasilkan oleh SIA adalah informasi akuntansi yang dapat berupa :

a)      Informasi Operasi (IO)

IO disiapkan hampir mirip dengan IAM. Bedanya adalah IO dikhususkan untuk membuat laporan yang memuat kegiatan operasi perusahaan. Kegiatan operasi yang dimaksud adalah aktivitas utama dan aktivitas lain yang timbul dalam peusahaan tersebut. Aktivitas utama biasanya berasal dari aktivitas pembelian bahan mentah, pengolahan atau pemrosesan, dan penjualan produk hasil dari pemrosesan sebelumnya. Aktivitas lain dapat berupa aktivitas akuntansi, administrasi dan umum dan lain-lainnya. Aktivitas operasi selain dapat menghasilkan informasi operasi, dapat pula diolah untuk menghasilkan informasi akuntansi manajemen dan informasi akuntansi.

b)      Informasi Akuntansi Manajemen (IAM)

Informasi akuntansi manajemen disiapkan untuk kebutuhan pihak internal untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusan. Informasi ini tidak dibatasi oleh PABU, merupakan informasi inovatif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi perusahaan tertentu.

c)      Informasi Akuntansi Keuangan (IAK)

Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Informasi ini bertujuan umum sebab disiapkan untuk pihak internal dan eksternal. IAK disajikan dengan asumsi bahwa informasi yang dibutuhkan investor, kreditor, calon investor dan kreditor, manajemen, pemerintah, dan sebagainya dapat mewakili kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Dengan demikian dibutuhkan satu informasi seragam untuk semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis perusahaan. Umumnya, IAK disusun dan dilaporkan secara periodik, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. Selain itu, IAK disajikan

dengan format yang terlalu kaku, sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan manajemen.

 

II.6. PENCAPAIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI YANG MEMADAI

Sebelum melaksanakan metodologi pengembangan sistem, maka perlu pemahaman terhadap kebijakan dan sekumpulan hal-hal mendasar yang menjadi keyakinan manajemen suatu organisasi terhadap sistem informasi. Kebijakan ini berkaitan denganb filosofi manajemen, dan sistem informasi yang proaktif. Secara umum ada dua filosofi yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi organisasi, yaitu dipandang sebagai senjata pertahanan taktik dan senjata ofensif strategik. Pertama, sistem informasi dipandang sebagai senjata pertahanan taktik dan operasional untuk menentukan basic data, kebutuhan pemrosesan dan kewajiban pelaporan untuk membantu perusahaan tetap pada jalur yang harus dilalui dan bertahan hidup. Kedua, sistem informasi akuntansi dipandang sebagai senjata ofensif yang strategik untuk dapat memenangkan persaingan. Kebijakan sistem informasi yang proaktif akan menghilangkan pemisah antara departemen, personalia dan fungsi garis, serta menghilangkan batas wilayah negara. Kebijakan sistem informasi proaktif mengakui penerapan teknologi informasi, seperti telekomunikasi, komputer, electronic mail, computer-integrated manufacturing, teleshopping, teleconference, multifunctional workstations secara terintegrasi.

Tujuan sistem informasi dan kebutuhan informasi yang didefinisikan secara jelas adalah salah satu kunci untuk suksesnya sistem informasi. Kesuksesan suatu sistem membutuhkan tujuan-tujuan yang terdefinisikan. Suatu sistem dengan tujuan tertentu akan menyelesaikan lebih banyak untuk suatu organisasi, daripada sistem tanpa tujuan, sedikit tujuan, atau tujuan yang ambisius (Calliueot and Lapayre, 1992). Calliueot and Lapayre (1992) menyatakan bahwa menciptaan suatu informasi efektif membutuhkan suatu pengorganisasian untuk mengembangkan sejumlah sistem-sistem pendukung. Penarikan staf yang kompeten dan layak adalah suatu tindakan yang sangat penting. Investasi yang besar dalam perangkat keras, perangkat lunak dan pendukung sistem yang lain adalah sesuatu yang penting, namun tanpa manusia bersumber daya yang kompeten untuk mengkoordinasikan sistem akan menghasilkan informasi yang tidak layak, tidak tepat waktu atau tidak akurat.

 

 

BAB III

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI vs SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

III.1.       SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Telah kita ketahui bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur) dan pihak-pihak dalam (terutama managemen). Jadi dapat dikatakan bahwa sistem akuntansi hanya khusus menangani masalah akuntansi dan keuangan.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi, memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

III.2.       SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sedangkan Sistem Informasi Manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan output dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

SIM menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakanya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasi kinerja (informasi akunatansi dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Perbedaan SIA dan SIM :

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Manajemen

SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

III.3. CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI dan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

§    Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :

Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut

Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.

Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :

1.            Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.

2.            Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

 

  • Contoh SIM :

a)      Level Operasional

ü  Pembuatan KTP online, pelaporan pajak, perizinan, absensi penggajian

b)      Level Pengetahuan Pengetahuan

ü  Sistem perkantoran, persiapan dan manajemen dokumen kerja,

c)      Level Manejemen

ü  Pengambilan keputusan yang tidak rutin (terkait dengan pertanyaan “bagaimana jika” )

ü  Memperoleh data dari sumber internal dan eksternal l

d)     Level Strategis

ü  Pengembangan Produk layanan untuk 5 tahun ke depan,

ü  Kebutuhan karyawan di 5 tahun mendatang.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s