Definition Of Accounting Theory

Definition Of Accounting Theory

Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan prilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai kumpulan konsep dan dalil yang menyatakan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan menjelaskan hubungan antara variable yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena tersebut. Definisi dari akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternative dalam pengambilan keputusan oleh para pemakainya.

Definisi dari teori akuntansi (Accounting Theory) itu sendiri  adalah susunan konsep, definisi, dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variable dengan variable lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkanm fenomena yang mungkin akan terjadi  (A Statement of Basic Accounting Theory).

 

The Structure of Accounting Theory

Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen, yaitu:

# Pernyataan tujuan laporan keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah unuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

# Pernyataan postulat akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi

Postulat Akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut aksioma yang sudah terima karena kesesuaiannya dengan laporan keuangan yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sosiologis dan hukum suatu lingkungan dimana akuntansi itu beroperasi

# Konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi 

Konsep teoritis akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenaranya sendiri atau disebut juga aksioma yang juga sudah diterima umum karena kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan penekanannya (pemakainya) yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi.

# Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat akuntasi dan konsep teoritis

Prinsip dasar akuntansi adalah prinsip sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh outputnya (laporan keuangan) yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dpakai dalam menyusun laporan keuangan.

# Standar akuntansi

Standar akuntansi adalah peraturan –peraturan khusus yang dijabarkan dari prinsip dasar auntansi yang mengatur tentang bagaimana standar perlakuan pencatatan dan pelaporan terhadap semua transaksi atau kejadian-kejadian tertentu yang dialami oleh suatu entitas.

Postulat Akuntansi

Postulat Akuntansi terdiri dari:

  1. Postulat Entitas

Postulat Entitas menyatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulat ini memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi bisnis dan individu, sehingga akuntan melaporkan transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan.

  1. Postulat Kelangsungan Usaha

Postulat Kelangsungan Usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, perjanjuan, dan aktivitas yang sedang berjalan. Postulat mengasumsikan bahwa perusahaan tidak dilikuidasi , berhenti atau ditutup di masa yang akan datang. Postulat ini juga dapat digunakan untuk mendorong agar manajer bersikap melihat jauh ke dapan dan investor pun dengan pemahaman ini diharapkan bersedia menanamkan modalnya dalam jangka waktu yang lama atau terus menerus.

  1. Postulat Unit Pengukur

Postulat unit pengukur menganggap bahwa setiap transaksi harus diukur dengan suatu alat ukur atau alat tukar yang seragam. Alat ukur yang dipakai adalah alat ukur moneter. Postulat ini menimbulkan dua keterbasan akuntansi yaitu:

a)      Akuntansi terbatas pada pemberian informasi yang dijabarkan dalam ukuran moneter (uang), tidak mengcatat informasi relevan lainnya yang sifatnya non moneter (misalnya, kilogram, meter, dll) sehingga akuntansi dianggap hanya informasi yang: kuantitatif, formal terstruktur, dapat diaudit, angka – angka dan berorientasi masa lalu

b)      Kertebasan yang kedua terkandung dalam unit moneter itu sendiri yang sifatnya atau nilainya berfluktuasi karena tergantung pada kemampuan daya belinya

  1. Postulat Periode Akuntansi

Postulat ini menyatakan bahwa posisi keuangan, hasil usaha dan perubahannya harus dilaporkan secara periodic atau kurun waktu tertentu, misalnya per bulan, per semester atau per tahun.

Konsep Teoritis Akuntansi

  1. 1.      The Prorietory Theory

Tujuan teori ini adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntasi.

Aset – Utang = Ekuitas Pemilik

2.      The Entity Theory

Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pemilik modal. Unit bisnis memiliki kekayaan dan kewajiban perusahaan terhadap pemilik maupun kreditor. Teori ini berorientasi pada income atau income oriented atau income statement oriented. Menurut teori akuntansi persamaannya adalah

Aset = Ekuitas

Aset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham

  

 3.      The Fund Theory

Teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan rekstrisi terkait mengenai sumber daya. Teori ini memusatkan perhatian pada harta atau asset centered dengan kata lain fokus perhatiannya adalah penggunaan aset yang dibatasi. Umumnya teori ini berlaku untuk organisasi nonprofit. Persamaan akuntansinya adalah

Aset = Pembatasan Aset

 

 4.      The Enterprise Theory

Menurut teori ini, akuntansi jangan hanya mementingkan informasi bagi pemilik entitas, tetapi juga pihak lainnya yang juga memberikan konstribusi langsung dan tidak langsung kepada eksistensi dan keberhasilan suatu perusahaan atau lembaga.

5.      Residual Equity Theory

Teori ini merupakan gabungan antara entity theory dan proprietory theory. Menurut Andrew Paton (1959) yang menjadsi sorotan adalah residual equity bukan semua pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa.

Persamaan akuntansinya adalah

Asset – Liabilities – Prefered Equities = Residual Equity

 

 6.      Commander Theory

Penekanan informasi menurut teori ini adalah pertanggungjawaban atau stewardship. Bagaimana mereka yang dipercayai mengelola kekayaan yang diamanahkan kepadanya

 

7.      The Investor Theory

Pusat perhatian dalam teori adalah investor, yaitu mereka yan tergolong pemilik specific equites (kreditor) dan residual equities (pemegang saham). Persamaan akuntasinya adalah

Asset = Specific Equities + Residual Equities

8.      Amanah (Accoutability) atau Ibadah Theory

Teori ini  beranggapan bahwa akuntansi atau laporan keuangan harus bisa memenuhi kebutuhan dalam menjelaskan kepada semua pihak bahwa entitas telah memenuhi kebutuhan dalam menjelaskan kepada semua pihak bahwa entitas telah memenuhi atau sejauh mana memenuhi tanggung jawab kepada Tuhan dan kepada pihak yang diperintahkan Tuhan sesuai tujuan dan maksud yang ditetapkan syariat.

Prinsip-Prinsip Akuntansi

Standar Akuntansi Keuangan memberikan dua asumsi dasar, yaitu:

Dasar Akrual

Dalam menyusun laporan keuangan pengakuan transaksi didasarkan pada kejadian atau peristiwa bukan didasarkan pada transaksi kas

Kelangsungan Usaha

Laporan Keuangan disusun bedasarkan asumsi bahwa entitas yang dimaksud akan terus melanjutkan usahanya, dalam asumsi dasarnya tidak ada maksud untuk melakukan likuidasi

APB Statement No. 4 memberikan Sembilan prinsip dasar akuntansi sebagai berikut:

1.      The Cost Principle

Sering disebut dengan acquisition cost atau historical cost, yaitu dasar penilaian yang tepat untuk mencatat perolehan barang, dengan kata lain, setiap perkiraan dinilai bedasarkan harga pertukaannya pada tanggal perolehan. Kelemahan dari prinsip ini adalah akibat nilai uang atau kemampuan daya beli yang tidak stabil sehingga bisa terjadi kemungkinan kesalahan pembaca dalam membaca laporan keuangan yang disajikan secara cost principle karena harga buku biasanya lebih kecil dari harga pasar.

2.      The Revenue Principle

Prinsip ini menejelaskan tiga hal, yaitu:

  1. Sifat dan Komponen Revenue

Pada umumnya revenue telah ditafsirkan sebagai:

  1. Arus masuk net asset sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa
  2. Arus keluar barang dan jasa dari perusahaan kepada langganan
  3. Produksi perusahaan sebagai akibat dari semata-semata penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan selama periode tertentu

Ada dua pandangan tentang revenue, yaitu:

  1. Secara luas revenue dianggap termasuk seluruh hasil dari perusahaan dan kegiatan investasi. Dengan kata lain, revenue secara luas ialah seluruh perubahan net asset yang timbul dari kegiatan produksi dan dari laba rugi yang berasal dari penjualan aktiva dan investasi
  2. Secara sempit revenue hanya berasal dari kegiatan produksi, tidak termasuk Laba Rugi yang berasal dari penjualan aktiva tetap.
  3. Pengukuran Revenue

Revenue diukur menurut produk atau jasa yang ditukar dengan cara nilai transaksi yang objektif atau istilah akuntansinya arm’s length transaction

  1. Bukti Pengakuan Revenue

Secara umum revenue akan diakui secara:

2.  Acrual Basis

Revenue harus dilaporkan selama kegiatan produksi (dimana laba dapat dihitung secara proporsional dengan penyelesaian pekerjaan), pada akhir produksi, pada saat penjualan barang atau pada saar penagihan piutang.

  1. Critical Event Basis

Dalam metode ini ini yang diperhatikan adalah kejadian-kejadian penting dalam siklus operasi perusahaan.

  1. 3.      The Matching Principle

Prinsip ini mengatur agar pembebanan biaya harus dilakukan pada periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan.

  1. 4.      The Consistency Principle

Menurut prinsip ini, kejadian ekonomis yang sejenis harus dicatat, dilaporkan secara konsisten dari satu periode ke periode yang lain.

  1. 5.      The Objectivity Principle

Kegunaan informasi keuangan tergantung pada reliabilitas prosedur pengukuran yang digunakan. Karena menjamin realibitas maksimum sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip objektivitas untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan.

  1. 6.      The Disclosure Principle

Laporan keuangan didesain dan disajikan sebagai kumpulan potret dari kejadian ekonomi yang memengaruhi perusahaan untuk suatu periode dan berisi cukup informasi, sehingga membuat orang, baik umum atau investor tidak salah tafsir terhadap laporan keuangan tersebut.

  1. 7.      The Conservatism Principle

Menurut prinsip ini, apabila kita dihadapkan untuk memilih di antara dua atau lebih prinsip atau teknik akuntansi yang sama-sama diterima, diutamakan pilihan yang memberikan pengaruh keuntungan yang paling kecil pada ekuitas pemilik.

8.      The Materiality Principle

Menurut prinsip ini, transaksi dan kejadian yang memiliki pengaruh ekonomi yang penting dapat dicatat dengan cara yang dipermudah tanpa melihat apakah sesuai dengan prinsip dasar akuntansi atau tidak, serta perlu diungkapkan atau tidak.

9.      The Uniformity dan Comparability Principle

Prinsip Uniformity berati menggunakan prosedur yang sama untuk perusahaan yang berbeda. Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh penyusunanprinsip akuntansi adalah agar laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan.

Applying Theory to Accounting Regulations

Teori akuntansi berkaitan erat dengan kebujakan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi sistem ekonomi dan menentukan pembuatan jebijakan akuntansi. Hubungan itu dapat dilihat dari gambar berikut:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s